Logo
images

Digna Jatiningsih juga melakukan kunjungan ke salah satu gudang.

Petrokimia Gresik Salurkan 5.000 Ton Pupuk di Tangerang

Fokustangerang.com – Petrokimia Gresik menyalurkan 5.609 ton pupuk bersubsidi untuk seluruh kelompok tani (poktan) di Kabupaten Tangerang, Selasa (17/12). Petrokimia Gresik menilai Daerah Kabupaten Tangerang masih menjadi sentra produksi beras.

Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih, mengatakan, pihaknya terjun langsung mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi tersebut di Kabupaten Tangerang, dan sejumlah daerah yang mendapatkan bantuan serupa.

"Untuk penyaluran pupuk bersubsidi, kami berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 47/2018 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi tahun anggaran 2019," jelasnya kepada Fokustangerang.com di kawasan Kebon Nanas, Kota Tangerang.

Digna mengatakan, holding Pupuk Indonesia di tahun ini harus menyalurkan 8,87 juta ton, dari jumlah tersebut Petrokimia Gresik mendapat kewajiban pernyaluran sebesar 5,24 juta ton. Sampai saat ini kewajiban penyaluran itu sudah mencapai 4,72 ton atau 90 persen.

"Untuk Kabupaten Tangerang, kami menyalurkan 5.609 ton dari alokasi 5.994 atau 94 persen, penyaluran itu juga sudah sesuai aturan terkait yakni Peraturan Menteri Perdagangan atau Permendag No.15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian," ujarnya.

Menurut Digna, petani yang berhak atas pupuk bersubsidi adalah petani yang menggarap lahan tidak lebih dari 2 hektar, dan tergabung dalam kelompok tani (Poktan). Mereka diharuskan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) terlebih dahulu.

"Penyaluran ini juga dikawal 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) dan 323 asisten SPDP di seluruh nusantara. Mereka rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), kelompok tani, hingga aparat berwajib setempat," katanya.

Digna menambahkan, pihaknya tidak ragu untuk menindak tegas distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang kedapatan melakukan kecurangan. Sebab, pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan dan harus disalurkan sesuai aturan. Segala bentuk penyelewengan akan berhadapan dengan pihak berwajib.

"Kami tidak segan menindak tegas para distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang tidak jujur. Ingat, bahwa setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara," ucap Digna.

Dalam kunjungannya ini Digna Jatiningsih juga melakukan kunjungan ke salah satu gudang bersama dengan Manager Penjualan Retail Wilayah Jawa dan Bali Iyan Fajri dan GM Penjualan Komersil Teguh Hadi.(IRW/AIR)



Tinggalkan Komentar