Logo
images

Pesawat Tanpa Awak yang akan digunakan untuk mengangkut cargo di bisnis penerbangan Indonesia. ISTIMEWA

Pesawat Tanpa Awak Segera Hiasi Penerbangan Indonesia

Fokustangerang.com – Sebagai Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) yang bergerak di bidang usaha pelayanan navigasi udara, AirNav Indonesia rencananya akan mengadakan pesawat tanpa awak atau drone. Nantinya drone ini digunakan untuk meng angkut cargo untuk wilayah udara Indonesia.

Pesatnya kemajuan teknologi yang berkembang di era digital ini membuat seluruh pelaku usaha maupun pemangku kepentingan dapat membuat trobosan – trobosan baru. Jika sebelumnya cargo hanya dapat diangkut oleh maskapai penerbangan saja, nantinya drone yang sering kita kenal pesawat tanpa awak akan hadir untuk membawa cargo dari satu bandara ke bandara lainnya.

Meski begitu, AirNav sebagai pihak berwenang juga telah menyiapkan aturan tersendiri. Peraturan itu akan merujuk pada kenavigasian pilot  yang harus mengendalikan drone  di darat tetap mengikuti aturan yang sama seperti penerbang pada umumnya.

Hal tersebut diungkapkan langsung Direktur Utama Perum AirNav Indonesia Novy Riyanto Rahardjo,. Kata Novi, aturan mainnya sama seperti pesawat reguler. Cuma yang membedakan, pilot drone ada di darat.

"Pilot drone wajib memenuhi persyaratan,  sama seperti pesawat reguler. Pilot harus memiliki sertifikasi  sebagai penerbang   sehingga bisa berkomunikasi dengan petugas  di ATC," kata dia pada keterangan tertulis yang diterima Fokustangerang.com Jumat (27/12/2019).

Regulasi pesawat  tanpa awak itu sendiri, lanjut dia, kini tengah di proses Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Sementara itu, senada dengan Novy Riyanto, Direktur Operasi  AirNav Indonesia Mokhammad Khatim mengatakan,  selain harus mengantongi sertifikasi, nantinya penerbang yang mengendalikan drone, juga harus registrasi asal drone.

"Drone yang didatangkan ke Indonesia, wajib dilengkapi dengan International Mobile Equipment Identity atau IMEI seperti  barang-barang mewah lainnya. Registrasinya harus jelas, sehingga  tidak menyulitkan kami," jelasnya.

Kata dia, jeni drone yang bisa digunakan membawa cargo diantaranya, unmanned aerial vehicle (UAV)  type  BZK-005E  buatan China.

“Sedianya akan digunakan maskapai Garuda Indonesia itu dan mampu mengangkut cargo maksimal 1.200 kg. Tapi ada juga UAV model helikopter, kemampuan angkutnya lebih rendah yaitu hanya 500 kg,” ujarnya.

Selain itu, tambah dia, Type BZK-005 yang memiliki daya jelajah lebih dari  1000 km pada ketinggian 5.000 meter dengan waktu tempuh 4 - 5 jam pada kecepatan 300 km/jam.

Drone type ini  sangat cocok untuk mendistribusikan cargo ke pelosok-pelosok Indonesia karena hanya membutuhkan landas pacu (runway)  600 meter. Drone seperti itu selama  ini hanya digunakan untuk kepetingan penerbangan  rahasia militer. Di negara-negara Eropa dan Amerika telah memulai mengembangkannya untuk  kegiatan bisni,” tukasnya.(BAL)

 

 



Tinggalkan Komentar