Logo
images

Tiga tersangka kasus penyebaran berita bohong King Of The King.

Modus King Of The King Setor 1,5 Juta Diimingi Imbalan 3 Miliar

FokusTangerang.com-Runtuh sudah kerajaan King Of The King di ranah benteng Tangerang, Banten. Setelah Polisi menangkap dan menetapkan menjadi tersangka tiga dedengkot King Of The King berinisial SMN, F, dan P, karena kasus penyebaran berita bohong atas informasi pelunasan seluruh hutang negara.

Dalam kasus ini terungkap sejumlah modus yang diterapkan kerajaan ilusi ini. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto mengatakan setiap anggota wajib menyetorkan sejumlah uang mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta, dengan imbalan akhir Maret 2020 setiap anggota akan mendapatkan 1-3 Miliar.

"Dari bukti transaksi penyetoran selama enam bulan terakhir, setoran para anggota bervariatif dari 300 ribu sampai 1,5 juta. Dan sebagian besar setoranya kepada SMN," kata Sugeng.

King Of The King ini, sambung Sugeng, beroperasi di Tangerang sudah setahun. Dan jaringan pertemanan menjadi modus King Of The King dalam merekrut anggota.

“Anggotanya dari pembukuan mereka itu sudah hampir ratusan. Tapi tidak ada yang melapor menjadi korban,” ujarnya.

Sugeng mengimbau anggota atau masyarakat yang merasa dirugikan dalam setor-menyetor uang kepada King Of The King. Segera melapor ke kepolisian.

“Jumlah uang setoran yang diterima tersangka ini masih kami datakan nilainya bermacam-macam. Dan kepada masyarakat yang telah menjadi korban ataupun para anggotanya yang telah mengeluarkan uang, tidak perlu khawatir untuk segera melapor ke kami,” harapnya.

Sugeng menambakan, SMN, F, maupun P mengaku tak pernah bertemu dengan pimpinan utama King Of The King, yakni DP. Komunikasi mereka hanya dilakukan melalui sambungan telepon.

“Dari pengakuan mereka, belum pernah ketemu dengan DP. Hanya melalui telepon, tapi nanti kita akan dalami,” tuturnya.

Sampai saat ini Polisi masih mendalami kasus penyebaran berita bohong seperti tertuang dalam Pasal 14 dan 15 Undang-undang No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang kini menjerat SMN, F, dan P. Ir/Dhy



Tinggalkan Komentar