Logo
images

Sejumlah relawan membantu warga yang terisolir.

Lima Hari Bencana, Desa di Bogor Masih Terisolir

Warga Merintih, Bantuan tak Kunjung Datang

FokusNasional-Hujan deras yang terjadi sejak tanggal 31 Desember 2019 lalu membawa luka mendalam. Tak terkecuali wilayah Bogor Barat, tepatnya di Kecamatan Sukajaya, warga di tempat ini sulit untuk mendapatkan makanan dan masih terisolir.

Sejak pergantian tahun 2020, beberapa wilayah di Jabodetabek dilanda bencana banjir, selain banjir bencana longsor pun terjadi. Namun berjalan lima hari sejak bencana yang melanda, ironisnya masih banyak warga yang sulit untuk mendapatkan makanan.

Salah satunya Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya. Di wilayah ini warga sudah mulai resah.

Pasalnya, sejak terjadinya banjir bandang dan longsor, desa ini termasuk wilayah yang sulit diakses. Wilayah yang berada di perbukitan ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua khusus dan roda empat khusus.

"Sudah lima hari listrik tidak nyala. Jalan pun sulit untuk dilalui, kami bisa mati bukan karena bencana tapi karena kelaparan," ungkap Oji salah seorang warga desa tersebut saat ditemui FokusTangerang di kediamannya, Senin (6/1/2020).

Menurutnya bantuan yang diberikan pemerintah melalui posko memang ada. Namun bantuan tersebut tidak dapat disalurkan secara maksimal ke pemukiman warga.

"Jalannya hancur. Hanya motor trail yang bisa naik kesini, dan tidak banyak yang membawa logistik ke tempat kami," ucapnya.

Untuk mendapatkan makanan, kata Oji, dirinya bersama warga sekitar harus turun bukit dan kembali dengan waktu yang cukup lama.

"Kalau tidak ada yang turun bisa kelaparan. Ini pun saya baru beli (logistik) di bawah," kata dia sambil menunjukan sebuah karung berisi logistik.

Tak sedikit Oji menyebut warganya yang mulai merasakan sakit. Namun begitu warga mengaku tak dapat berbuat banyak.

"Saya hanya berharap pemerintah dapat menangani bencana di tempat kami. Di wilayah Kecamatan Sukajaya banyak wilayah yang terisolir, apalagi di atas sana," tukasnya.

Sementara itu salah seorang relawan setempat Asep, mengatakan hal yang sama. Kata Asep, sejak bencana terjadi pada 1 Januari 2020 lalu kampung halamannya menjadi seperti desa kematian.

"Banyak yang sakit. Bahkan informasi nya ada beberapa yang meninggal," ujarnya.

Dia berharap logistik yang ada untuk korban bencana dapat tersalurkan tepat sasaran dan juga segera.

"Kasihan warga. Kalau hanya beberapa orang yang inisiatif untuk membantu mendorong logistik dari bawah tidak akan tercukupi," tukasnya.

Pantauan di lokasi, akses jalan di wilayah yang menjadi perbatasan Bogor dengan Banten ini ribuan orang tidak dapat mengungsi. Selain itu akses jalan menuju desa ini sangat sulit dilalui.

Jalan berlumpur dan bercampur tanah ini membuat relawan sulit menyuplai makanan. Hanya sebagian orang yang tetap menyalurkan logistik hingga malam hari, kebanyakan dari mereka menggunakan trail dan mengikat logistik di bagian belakang motornya.

Informasi yang dihimpun, di wilayah Kecamatan Sukajaya masih terdapat empat wilayah yang terjadi banjir bandang. Wilayah tersebut yakni Desa Pasir Madang, Desa Cileuksa, Desa Sukamulih dan Desa Kiarasari.

Sementara itu terdapat desa yang hingga saat ini masih terisolir yakni Desa Pandak, Desa Urug dan Desa Cisarua.(BAL/AIR)



Tinggalkan Komentar