Logo
images

Executive General Manager (EGM) Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi. FOKUS TANGERANG

Libur Nataru Hanya Tinkatkan 3 Persen Penerbangan Bandara Soetta

FOKUS TANGERANG - Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2020 mendatang rupanya hanya berdampak kecil bagi dunia penerbangan di Bandara Internasional Soekarno - Hatta. Padahal, biasanya di momen tersebut mayarakat banyak yang memilih untuk dapat menghabiskan waktu dengan berlibur bersama keluarga atau mudik ke kampung halaman.

Bandara Soetta merupakan bandara yang menjadi gerbang masuk Indonesia. Di bandara ini tidak sedikit fasilitas yang dibangun untuk menarik wisatawan asing agar dapat berkunjung ke Indonesia.

Bukan hanya itu, bahkan wisatawan dari berbagai daerah di tanah air juga bisanya menggunakan jalur udara untuk berpergian melalui bandara ini. Tetapi, di dua hari besar tersut PT Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara mengaku hanya dapat menaikan 3 persen aktivitas penerbangan di bandara ini.

Hal tersebut dikatakan Executive General Manager (EGM) Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi. Kata Agus, pihaknya sudah memprediksi pertumbuhan aktivitas penerbangan dan penumpang di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 nanti.

"Tidak lebih dari tiga persen," ujarnya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/12/2019).

Angka tersebut menurut Agus diperoleh dari peningkatan sebanyak satu persen dari sektor pertumbuhan penerbangan dan dua persen dari pertumbuhan penumpang.

"Itu peningkatan jika dibandingkan tahun lalu," ucapnya.

Dia menjelaskan, pertumbuhan aktivitas penerbangan yang akan terjadi nantinya sebesar satu persen dengan prediksi angka 23.397 penerbangan, sementara di tahun 2018 ada 22.000 penerbangan.

"Natal dan Tahun Baru 2020 akan berlangsung selama pada tanggal 19 Desember, sampai dengan 6 Januari 2020. Untuk arus puncak mudik diprediksi terjadi pada 20 dan 29 Desember 2019 dan arus balik pada 5 Januari 2020," jelasnya.

Agus melanjutkan, untuk pertumbuhan penumpang sendiri, di Nataru tahun ini akan mencapai 3.483.336 penumpang, atau meningkat sejumlah dua persen. Sedangkan di tahun sebelumnya hanya terdapat 3.233.174 penumpang.

 "Ada lima penerbangan domestik yang masih menjadi primadona, Denpasar Bali, Surabaya, Kualanamu, Makasar lalu juga ada Yogyakarta. Penerbangan internasional itu ada Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia, Jeddah Arab Saudi, Hongkong dan Don Muang Thailand," ujarnya.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyatakan, secara umum persiapan Nataru tahun ini sama seperti periode sebelumnya.

Persiapan tersebut, kata Awal, hanya dilakukan sesuai dengan Standart Operational Prosedur (SOP).

"Pertama terkait kecukupan personel harus ikuti standar dan aturan terkait operasi Bandara di masa sibuk. Makanya rata-rata di setiap periode pernah cuti manajemen dan karyawan," katanya.

Awaluddin menambahkan, disiagakannya personel tersebut untuk memastikan keamanan dan operasi penerbangan selama Nataru, selain itu pihaknya juga akan menambahkan personel keamanan tambahan.

"Penambahan personel untuk Bandara Soetta di operasi mandatory sekira 2.500 di luar TNI-Polri dia sekitar 500 sampai 600 personel. Jadi kurang lebih tanggal 19 sampai 6 Januari akan terlibat sekitar 3.000 sampai 3.200 personel," ucap Awaluddin.(IRW/BAL)



Tinggalkan Komentar