Logo
images

Ilustrasi.

Kurangnya Kesadaran Deteksi Dini Jadi Penyebab Kasus Kanker Payudara Meningkat

FOKUS TANGERANG - Kasus pengidap kanker payudara dan servik pada wanita masih menjadi nomor 1 di Indonesia, dua penyakit tersebut sebenarnya dapat ditanggulangi bilamana dilakukan deteksi secara dini. Di RSUD Kabupaten Tangerang sendiri, pengidap kanker payudara dan servik terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Dr Shirley Ivonne Moningkey pada Rumah RSUD Kabupaten Tangerang mengatakan, berdasarkan pelayanan publik, jumlah pengidap kanker payudara dan servik selalu menunjukan kasus baru setiap tahunnya. Di rumah sakit itu pengidap kanker payudara dan servik tidak hanya berasal dari Tangerang Raya tetapi juga se-Provinsi Banten.

"Kalau data secara keseluruhan kita memang belum punya data, data yang kita punya itu level nasional yang biasanya dilakukan dari riset. Tapi jumlah pasien itu memang cukup banyak dan meningkat, yang terbanyak sekarang kanker payudara," jelasnya di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Selasa (10/12/2019).

Shirley mengatakan, faktor usia menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker payudara pada wanita, dia menyebut penyakit ini umunya menyerang seseorang diusia 35 tahun keatas. Sementara untuk kanker servik dapat terjadi pada saat melakukan hubungan seksual, dan terpapar virus Human Papilloma Virus (HPV).

Pencegahan terpaparnya kanker servik bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis, dan imunisasi.

"Pencegahan kanker payudara dengan mendeteksi sejak dini, yakni melakukan pemeriksaan payudara. Ciri-ciri diduga adanya kanker adalah ditemukan ukuran payudata berbeda (yang satu membesar), putingnya seperti ketarik atau seperti kulit jeruk, ada benjolannya tapi dia umumnya 80 persen kanker payudara tidak sakit," ujarnya.

Menurut Shirley, penyakit kanker merupakan penyakit yang membutuhkan waktu untuk penyebaran virusnya, jadi semakin cepat penyakit itu ditemukan maka penanganannya semakin baik.

"Kalau dapetnya stadium 1, pasien mungkin cukup dioperasi saja dan ga usah di kemoterapi namun tergantung tumornya ini seberapa jauh. Kemudian tumornya belum atau sudah menjalar, kalau sudah ada harus diperiksa dan ditangani sesuai dengan level stadiumnya," katanya.

Shirley menambahkan, biaya pengobatan dua penyakit itu terbilang cukup mahal, untuk saat ini 80 persen pasien di RSUD Kabupaten Tangerang menggunakan layanan BPJS. Tidak hanya biaya pengobatan, biaya pembelian obat-obatan juga ditanggung BPJS untuk memudahkan masyarakat.

"Penanganannya bagaimana tergantung dari jenis kanker, stadiumnya berapa dan tergantung diagnosa dokter. Untuk kanker kita tidak bilang sembuh tetapi survivalnya dia (pasien) bagaimana, semakin dini penyakit itu ditemukan maka survivalnya semakin bagus," ucap Shirley.(IRW/BAL).



Tinggalkan Komentar