Logo
images

Virna Estriana

Konflik Banjir Jakarta Sejatinya Berbudi luhur, Siapa yang harus di salahkan

 

 

Oleh : Virna Estriana

Mahasiswa Pacasarjana Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur

 Fokustangerang.com- Banjir menerjang Ibu kota Jakarta di awal tahun baru 2020 ini. Sejumlah kawasan di Jabodetabek terpantau terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak sore 31 Desember 2019 hingga Pagi 1 Januari 2020. BMKG memprediksi hujan curah hujan lebat masih akan terjadi sampai dengan bulan Februari 2020.

 Dikutip dari BPBD DKI Jakarta, pada Minggu (28/04/2019) sekitar Pukul 06.00 WIB titik lokasi banjir dari semula 43 titik sudah berkurang menjadi 3 titik banjir yang terdiri dari 2 titik di wilayah Jakarta Selatan dan 1 titik di wilayah Jakarta Barat.

 BPBD bersama Dinas Gulkarmat, Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, Basarnas, PMI, petugas dari Unsur kelurahan, Satpol PP, PPSU, Babinsa, dan masyarakat melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir.Hingga saat ini warga yang masih mengungsi terdiri dari 53 KK dan 248 Jiwa. Lokasi pengungsi berada di 2 titik lokasi, 1 titik di wilayah Jakarta Selatan dan 1 titik di wilayah Jakarta Barat.

 Banjir juga menyebabkan 2 korban jiwa yaitu 1 korban jiwa meninggal akibat kecelakaan terseret arus kali Ciliwung di Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan dan 1 korban jiwa meninggal akibat serangan jantung di Kelurahan Bidara Cina Jakarta Timur. Selain itu banjir juga menyebabkan 2 korban jiwa yaitu 1 korban jiwa meninggal akibat kecelakaan terseret arus kali Ciliwung di Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan dan 1 korban jiwa meninggal akibat serangan jantung di Kelurahan Bidara Cina Jakarta Timur.

 Kejadian banjir di Jakarta hari ini mengingatkan pada upaya-upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir. Di Jakarta sendiri, banjir sudah jadi masalah turun-temurun, bahkan sejak kota ini masih bernama Batavia. Setiap gubernur DKI Jakarta dari masa ke masa, memiliki cara berbeda mengatasi banjir. Mengingat Jakarta yang tak hanya sebagai pusat pemerintahan, namun juga pusat bisnis.

 

Pertanyaan akankah Jakarta bisa terbebas dari banjir ?

 Masalah yang kompleks bagi ibu kota DKI Jakarta. Di kutip dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan, penyebab utama banjir di Jakarta adalah:

  1. Kesalahan tata ruang Ibu Kota.

Seharusnya Jakarta perlu punya 2 area untuk menanggulangi banjir, yakni:

  • Ruang hijau untuk resapan air di daerah selatan Jakarta
  • Ruang biru untuk menampung air di kawasan utara Jakarta

Menurut Peneliti Senior Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Jan Sopaheluwakan, kawasan itu rusak karena bangunan yang padat dan tidak terkelola dengan baik di hampir seluruh wilayah Jakarta.“Inti dari bencana banjir di Jakarta adalah pada pengelolaan kepadatan tata ruang,” kata Jan seperti dikutip dari Kompas.com.

  1. Penurunan tanah

Disebutkan, penurunan tanah di wilayah Ibu Kota dikarenakan terjadinya pendangkalan sungai di area tengah Jakarta. Ini akibat dari penyedotan air tanah di wilayah tengah Jakarta, sehingga membuat daerah selatan dan utara Jakarta memiliki permukaan tanah lebih tinggi.Penurunan tanah di Jakarta tersebut membuat sungai-sungai dangkal sehingga endapan kasar di tengah dan berpengaruh pada drainase yang kecil.

  1. Sumbatan dari sampah

Sampah salah satu faktor terbesar dan sangat ikut andil sebagai penyabab banjir Jakarta.Menurut Anggota Dewan Riset Daerah Provinsi DKI Jakarta ini, drainase yang kecil akibat endapan kasar itu diperparah dengan banyaknya sampah yang semakin menyumbat saluran pembuangan (drainase).Akumulasi dari Kesalahan Masa LaluMasih seperti dikutip dari Kompas.com, Pengamat Tata Kota, Edward Sihombing, menilai bahwa banjir yang masih terus mengancam Jakarta hampir setiap tahunnya akibat kesalahan penataan ruang dan bangunan selama bertahun-tahun. Untuk itu, Jakarta dinilai harus melakukan moratorium dan audit izin bangunan.

Penyebab Utama Banjir, Siapa yang harus di salahkan ?

Pengamat tata kota Yayat Supriatna berpendapat, banjir di Jakarta kali ini disebabkan oleh beberapa faktor.

  1. Pertama adalah sistem drainase yang sudah ketinggalan dan tidak bisa mengantisipasi pola hujan yang saat ini terjadi.
  2. faktor lingkungan yang setiap tahunnya berubah. Apalagi, RTH di Jakarta yang kian menipis. "Perlu dicermati mengapa ruang terbuka makin hilang, serapan makin berkurang. 
  3. Kebiasaan buruk warga Jakarta, yakni membuang sampah sembarangan.
  4. Faktor membangun rumah tanpa didukung kelengkapan infrastruktur drainase yang bagus. Kemudian membangun rumah di bantaran sungai yang berbahaya. Jadi banyak tindakan tindakan kita yang justru mengundang bencana makin lama makin besar.

 

Masyarakat Perlu Meningkatkan Kesadaran, dan Berbudi Luhur Terhadap Penyebab Banjir

Pentingnya kesadaran masyarakat yang ikut andil dalam membantu pemerintah mengatasi banjir yang ada di DKI Jakarta. Masyarakat sebisa mungkin memiliki sikap cerdas dan berbudi luhur pada dasarnya untuk di terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar dapat memberi contoh yang baik terhadap sesama seperti salaing membantu, bergotong royong dan berintropeksi masalah terbesar penyebab banjir ini karna kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang, pengurangan limbah pelastik, kerusakan lingkungan.Dalam menghadapi bencana alam manusia sendiri tak bisa dan tak boleh melawan alam tetapi manusia bisa menjadian alam yang kurang baik ini tidak menjadi bencana. Karnanya Cerdas berbudi luhur  juga sangat penting dilakukan salah satunya dengan penanaman kesadaran agar kita bisa hidup selaras dengan alam.(BAL)

 


TAG OPINI

Tinggalkan Komentar