Logo
images

Amelia Puteri Oktaviani saat mengikuti event bersama komunitas Rabbit Wild Adventure di Garut, Jawa Barat

Gadis Cantik Si Penakluk Alam

FOKUS GARUT – Hobi merupakan salah satu hal yang diinginkan  setiap orang untuk dapat terwujud. Namun begitu tidak sedikit dari hobi tersebut yang dapat terwujud karena tidak sesuai dengan kemampuan yang kita miliki, terlebih lagi hobi yang didambakan terbilang extreame.

Muhammad Iqbal, Tangerang

Salah satu hobi yang terbilang extreame atau menantang yaitu ngetrail. Bagaimana tidak, untuk dapat membawa motor dengan ketinggian yang tidak biasa dan menempuh jalur cukup menantang biasanya hobi ini dilakukan kaum pria sebagai pelepas penat.

Tetapi tidak semua hobi ini dilakukan oleh kaum pria saja. Rupanya untuk menikmati keindahan Indonesia yang luar biasa, banyak dari pemotor Trail ini yang merupakan wanita. Bahkan ketangguhan daari si pengendara wanita ini tidak dapat diragukan lagi saat berada di jalur (arena lintasan bagi pemotor trail).

Salah satu penghobi motor besar yang dapat dikagumi yaitu Amelia Putri Oktaviani, seorang wanita berparas cantik yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) ini memulai memacukan motor Trail sejak dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

 

                                                                Dokumen Amelia Puteri Oktaviani 

Pada Fokus Tangerang wanita yang kerap disapa Amel ini bercerita, hobi extreame yang ia sukai ini diturunkan dari sang ayah tercinta yakni Pelda Toni Sugara dari kesatuan TNI di salah satu Kodim yang ada di Garut, Jawa Barat ini.

“Liat ayah senang ngetrail. Saya coba naik motor waktu kelas 3 SMP dan baru bersni masuk jalur waktu SMA,” cerita Amel pada Fokus Tangerang Selasa (10/12/2019).

Wanita manis berusia 17 tahun ini terus mencoba bersahabat dengan alam. Tidak seperti wanita seumurannya, Amel lebih cenderung pergi ke alam dan menikmati keindahan alam dibanding harus pergi ke pusat perbelanjaan.

Bahkan jalur berdebu dan penuh rintangan yang biasa dihadapi menjadi satu kesenangan yang harus dilewati saat memacu motor Kawasaki KLX miliknya. Kata Amel, alam lebih mengajarkan banyak hal tentang kehidupan saat usianya mulai beranjak dewasa, dengan begitu dirinya harus menerima konsekuesnsi yang sering dihadapi para pemacu motor Trail ini.

Anak ke 3 daari 4 bersaudara ini rupanya di usia 17 tahun sudah tergabung dalam salah satu komunitas trail di garut. Komunitas Rabbit Wild Adventure menjadi pelabuhan tempatnya bersandar saat penat melanda di waktu penat.

“Sering ikut event dari dulu. Ya suka aja ngumpul bareng di alam, karena banyak banget pelajaran yang bisa didapat saat di alam,” ujarnya.

Meski terbilang bebas dan aktif dalam hobinya, Amel mengatakan sang ayah tercinta tak luput member pengawasan saat ia berada di alam. Kata Amel, belakangan ini dirinya sempat mengalami insiden terjatuh saat melaju motornya.

“Kemarin jatuh terus kaki saya bengkak. Terus ayah urutin dan kasih saya nasihat, tetapi ayah tidak mau melarang saya main trail,” ucapnya.

Anak yang bercita – cita menjadi Kowad ini mengaku sering bersama ayahnya mengikuti event tral di garut. Hal itu dikatakan dia atas persetujuan ayahnya.

“Pernah ikut acara Domba Edan (Komunitas Trail di Garut) sama ayah. Ayah ngajarin Amel banyak hal, Amel bersyukur punya Ayah seperti ini,” jelas dia.

 

                                                            DOKUMEN AMELIA PUTERI OKTAVIANI

Wanita yang juga penggiat alam atau sering disebut pendaki gunung ini juga mengaku banyak mendapat pelajaran dari komunitas Rabbit Wild Adventure tempatnya bernaung. Kata Amel kedewasaan orang yang berada dalam komunitas tersebut mengajarkan dia tentang arti kehidupan.

Dia bersyukur di usianya yang baru beranjak dewasa ini banyak orang yang perduli dan menyayangi dirinya untuk tumbuh dewasa dengan baik. Dia berpesan pada wanita seusianya agar tidak pernah takut tantangan dan terus mengeksplore diri.

“Untuk menjadi dewasa memang tidak mudah. Tapi dengan belajar dam memiliki kemauan yang kuat Amel yakin dapat menjadi orang yang dibanggakan dan yang terpenting selalu mensyukuri hidup yang telah diberikan tuhan pada umatnya,” tutup Amel. (*)

 

 



Tinggalkan Komentar