Logo
images

Empat terdakwa Satpol PP Kota Tangerang dalam sidang perdana di PN Tangerang, 2009 lalu

Beda Penerapan Hukum Pada 2 Kasus Penertiban Berujung Maut

FokusTangerang.com - Jalan damai antara pihak Satpol PP kota tangerang dengan keluarga korban menjadi pilihan rujukan Kepolisian Sektor Cipondoh belum melanjutkan kasus hukum atas meregangnya nyawa seorang pedagang Pasar Sipon, Cipondoh, hingga saat ini.

Diketahui, Muhamad Ali Samuar (53th) Seorang pedagang kaki lima Pasar Sipon, meninggal dunia saat terlibat cekcok dengan petugas Satpol PP yang tengah melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di pasar yang Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh. Sabtu (21/12) lalu.

Baca : http://www.fokustangerang.com/detailpost/penertiban-pkl-di-cipondoh-meregang-nyawa-pedagang

Dalam mediasi perdamaian yang dilakukan oleh Kasatpol PP Agus Hendra dengan adik korban, Ermen Patria disepakati bahwa, biaya rumah sakit hingga pemakaman akan ditanggung pemkot Tangerang. Selanjutnya pihak korban juga berjanji tidak akan menuntut pihak mana pun, menerima dengan ikhlas dan menganggap peristiwa wafatnya sang kakak adalah musibah.

Sementara itu, pada tahun 2009 Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tangerang, Riyadi mendakwa empat anggota Satpol PP Kota Tangerang dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Mereka didakwa dengan dakwaan primer Pasal 359 KUHP dan dakwaan sekunder Pasal 304 jo Pasal 306 karena dinilai lalai melaksanakan tugas sehingga mengakibatkan Fifi (Pekerja Seks Komersial – PSK) meninggal dunia lantaran menceburkan diri saat razia.

Saat perjalanan sidang, meski akhirnya hanya mejadi tahanan kota usai ada jaminan dari Wakil Wali Kota Tangerang saat itu. Arief R Wismansyah. Kepolisian Resort Metropolitan Tangerang sempat berinisiatif menahan secara resmi empat Satpol PP, yakni SHD, RW, DSN, dan SM, Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Fifi Aryani (42) yang diduga seorang PSK yang tewas di Sungai Cisadane karena ketakutan dirazia Satpol PP pada 18 Mei 2009.

Penahanan itu dilakukan dengan pertimbangan karena mereka akan mengulangi perbuatan serupa sehingga dapat menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. "Status mereka itu tersangka dan sebagai tahanan luar. Namun, karena pertimbangan keempat tersangka itu tetap bekerja dan ikut melakukan operasi atau razia, makanya mereka kami tangkap," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Tangerang Komisaris Polisi Budhi Herdi Susianto, saat itu.

Diberitakan, Fifi, warga Kelurahan Mekarsari, Neglasari, Kota Tangerang, tewas ketika Satpol PP Kota Tangerang melakukan razia, 18 Mei sekitar pukul 02.00. Ia tewas tenggelam setelah meloncat ke Sungai Cisadane untuk menghindari kejaran petugas.

Peristiwa itu terjadi di seberang Kantor Satpol PP Kota Tangerang. Jasad korban baru ditemukan pada 18 Mei pukul 08.00. Para saksi mata menyatakan, perempuan itu tewas tenggelam di Sungai Cisadane karena menghindari razia satpol PP. Begitu melihat beberapa anggota satpol PP turun dari mobil, Fifi dan tiga kawannya serentak lari dan melompat ke sungai. Saat berupaya menyelamatkan diri itulah, ketiga perempuan yang diduga PSK itu berpencar menjauh ke tengah sungai. Fifi yang berada paling jauh akhirnya tenggelam karena tak ada teman yang bisa menolongnya.

Kini, belum genap 10 hari wafatnya pedagang pasar Sipon, Cipondoh itu, akankah polisi tetap memilih rujukan jalan damai atas hilangnya nyawa manusia ?.  (SST)



Tinggalkan Komentar