Logo
images

Aneh, PJ Sekda Bilang ASN Kota Tangerang Yang Ketahuan Pakai Joki Adalah Korban....

TANGERANG, - Apa yang dilakukan 28 pejabat Pemkot Tangerang ini, tak patut ditiru. Pasalnya, mereka ketahuan gunakan jasa joki saat ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa. Praktek perjokian ini, dibongkar langsung oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) pusat.

Terbongkarnya praktek perjokian yang diduga dilakukan 28 pejabat setingkat esselon tiga pada lingkup Pemkot Tangerang, tersebut mulai ramai sejak,Jumat (27/9). Keruan saja, kejadian ini, semakin menambah deretan panjang citra negatif Kota Tangerang.

Belum lama beredar ASN lecehkan profesi assiten rumah tangga, kemudian penolakan ambulance angkut jenazah, dan terbaru pejabat Pemkot Tangerang, gunakan joki saat ujian.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda), Kota Tangerang, Tatang Sutisna, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyatakan, para pejabat esselon tiga Pemkot Tangerang yang diduga lakukan perjokian pada ujian sertifikasi merupakan korban.

“Kami ini korban. Lantas mau ngapain lagi, beritanya juga sudah ada di media nasional,” kata Tatang menjawab telepone, Senin (30/9/19).

Meskipun demikian, lanjut Tatang, Ia meminta awak media untuk mengkonfirmasi permasalahn tersebut ke Inspektorat dan BKPSDM Kota Tangerang karena sedang ditangani.

Silahkan konfirmasi ke Inspektorat terkait pemberitaan tersebut. Saya sedang tidak memikirkan hal itu. Saya sedang mengikuti open bidding,, lanjut Tatang sambil menutup sambungan teleponnya.

Sebelumnya, diberitakan dalam media online Tempo.co, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah atau LKPP membongkar praktek joki yang dilakukan puluhan pejabat Pemerintah Kota Tangerang.

"Praktek joki ditemukan dalam pelatihan dan ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa," ujar Kepala LKPP Roni Dwi Susanto. Menurut Roni, terungkapnya praktek joki dalam proses sertifikasi tersebut setelah LKPP melakukan investigasi dengan menempatkan petugas untuk menyamar sebagai peserta.

"Dan kami berhasil mengindentifikasi ada beberapa orang yang menggunakan joki," ucapnya.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia LKPP, Robin Asad Suryo mengungkapkan, ada sekitar 28 peserta sertifikasi yang merupakan Aparatur Sipil Negara Kota Tangerang.

"Mereka menggunakan joki dalam proses pelatihan dan ujian sertifikasi pengadaan," tegasnya.

Menurut Robin, tindakan pelanggaran integritas ini ditemukan di beberapa Lembaga Penyelenggara Pelatihan Pengadaan (LPP) di Bandung, Jawa Barat yang ditunjuk LKPP.

"LPP yang menyelenggarakan pelatihan dan ujian tersebut sudah melalui proses akreditasi LKPP," tuturnya.

Robin menambahkan, LKPP mulai mencium praktek curang puluhan pejabat ini sekitar Juni lalu. "Juli dan Agustus kami melakukan investigasi mendalam," ujarnya.

LKPP, kata Robin, telah memanggil pihak penyelanggara, peserta dan pelaku joki tersebut. Sanksi, blacklist, terhadap puluhan pejabat Pemkot Tangerang, itupun akan diberlakukan.

"Sanksi pasti kami berikan," tegasnya.(nzr).


TAG

Tinggalkan Komentar