Logo
images

2018 Sebagian Besar Tanah Aset Kota Tangerang Akan Disertifikatkan

fokustangerang.com, TANGERANG - Pemeritah Kota Tangerang melalui Dinas Pertanahan Kota Tangerang, pada tahun 2018 nanti menargetkan meningkatkan pensertifikatan tanah-tanah yang menjadi aset Kota Tangerang. "Untuk tahun 2018 nanti, kita akan melakukan sertifikasi beberapa aset tanah milik Kota Tangerang, dan targetnya akan lebih besar dari tahun 2017," ujar  Drs. Moch Dikdik Suherdina, Kepala Dinas Pertanahan Kota Tangerang. Lebih jauh Dikdik menyatakan, pada tahun 2017 ini Dinas Pertanahan sudah melakukan verifikasi dan pendataan aset-aset tanah milik Kota Tangerang yang akan disertifikatkan. Dimana saat ini berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pertanahan, diketahui aset tanah milik Kota Tangerang yang sudah bersertifikat sekitar 631 bidang seluas 1.422.499 M2 dan 1943 bidang seluas 3.079.478 M2 atau sejumlah 96 Hektar yang tersebar di 13 Kecamatan yang ada di Kota Tangerang. "Dari data yang ada, saat ini masih ada sekitar 20 hektar tanah milik Kota Tangerang, yang terdiri dari 1.943 bidang tanah yang belum disertifikatkan," ujar Dikdik. Dikdik menambahkan, sebagai lembaga yang bertanggungjawab dalam pensertifikatan aset tanah milik Kota Tangerang, Dinas Pertanahan Kota Tangerang bekerja berdasarkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014, yang mengatur tentang pengelolaan barang milik negara. "Dalam PP ini yaitu dalam pasal 43 Ayat 1, disebutkan bahwa, barang milik negara atau barang milik daerah berupa tanah harus disertifikatkan atas nama pemerintah," imbuhnya. Lebih jauh Dikdik menjelaskan, Dinas Pertanahan Kota Tangerang sudah membentuk Tim Sertifikasi berdasarkan keputusan Walikota Tangerang. " Tim ini akan bekerja dengan memprioritaskan tanah-tanah yang belum disertifikatkan, dimana target tahun 2018 ini setidaknya akan disertifikatkan sekitar 50 persen dari total aset tanah yang belum disertifikatkan, atau total 10 persen dari total aset tanah yang dimiliki Kota Tangerang saat ini," katanya. Diketahui berdasarkan data dari Dinas Pertanahan Kota Tangerang, total tanah milik Kota Tangerang yang sudah tersertifikasi sebagian besar berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Rawa Kucing, yang berlokasi di Kecamatan Neglasari. "Sebagian besar aset yang sudah disertifikasikan berlokasi di Neglasari, yaitu di TPA Rawakucing. Sedangkan sisanya tersebar di 12 Kecamatan lainnya, yang akan menjadi target kita untuk diselesaikan pada tahun 2018," kata Dikdik. Dikdik menjelaskan, pihaknya akan melakukan seluruh proses sertifikasi tanah di Kota Tangerang sesuai dengan prosedur dan mematuhi peraturan yang ada. "Pada tahun 2018 ini, prioritas kita adalah melakukan sertifikasi tanah-tanah pada proyek sisi Kali Mookervart yang terletak di sisi Jalan Daan Mogoot, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, dan proyek Proyek Prominade Cisadane," katanya. Sementara itu Kepala Seksi Sertifikasi Hasil Pengadaan Tanah  Dinas Pertanahan Kota Tangerang Harun Al Rasyid menjelaskan, berdasarkan data yang ada, diketahui luas tanah yang akan disertifikatkan untuk proyek jalan inspeksi di jalur Kali Mookervart dan Proyek Prominande Cisadane  tersebut mencapai 7 hektar. "Dalam pensertifikasian aset tanah dikedua proyek ini kita mengacu pada PP no 24 tahun 1997, dimana  semua persyaratan admitrasi harus terpenuhi, sehingga penguasaan fisik nya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, hal ini sesuai dengan komitmen Pemkot Tangerang yang menargetkan proses sertifikasi aset tanah yang miliki Kota Tangerang bisa tercapai," katanya. (adv)

TAG

Tinggalkan Komentar